Simbolisme Puisi Sufistik Odhy’s (Kajian Antologi Puisi Rahasia Sang Guru Sufi)

Khairul Fuad(1*)

(1) Balai Bahasa Kalimantan Barat, Jalan Bahasa/Jalan Ahmad Yani Pontianak,Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui simbolisme pada puisi sufistik sastrawan Kalimantan Barat, Odhys, di dalam antologi berjudul Rahasia Sang Guru Sufi. Sufisme terkait dengan hubungan mistik dengan Tuhan maka simbol psikologi dipilih untuk menggambarkan keadaan dan situasi hubungan tersebut. Terkait juga dengan perjalanan atau pendakian dari alam rendah ke alam tinggi maka simbol kosmologi dan ontologi dipilih untuk menggambarkan rangkaian pendakian sampai ke puncak alam tinggi. Kedua simbol tersebut menjadi bahasan, sebagai terapan lain dari terapan selama ini yang tertuju kepada sebuah tanda. Metode yang digunakan adalah deskripsi dengan teori simbolisme untuk membangkitkan pengalaman hubungan mistik yang dilewati melalui pendakaian menuju Tuhan dalam puisi-puisi Odhys. Hasil penelitian menunjukan bahwa langkah-langkah harus ditempuh untuk memperoleh pengalaman mistik dengan Tuhan, yaitu langkah penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs) sampai langkah membuka hijab (mukasyafah). Kemudian, langkah-langkah tersebut melalui pendakian dari alam nasut, alam malakut, dan alam jabarut untuk sampai kepada Tuhan. Penelitian ini menjadi bagian dari sumbangsih perjalanan perkembangan sufistik di Kalimantan Barat melalui sastra dan menambah khazanah sastra sufistik melalui kajian.

[Simbolism of Odhys Islamic Mysticism Poetry (Study of Poetry Antology Rahasia Sang Guru Sufi)] This research aims to identify the symbolism of West Borneo writers mystical Islamic poetries, Odhys, in his anthology Rahasia Sang Guru Sufi. Sufism relates to mystical relation with God, and thus symbol of psychology is selected to describe the state and situation of those relation. Beside that, it also relates to journey or ascension from lower state to higher state; therefore, symbols of cosmology and ontology are selected to describe ascension succession to the peak of higher state. Both symbols become the discussion of the research as another application among existing applications usually aimed to a sign. Method used is description with simbolism theory to revivify the experience of mystical relation through ascension to God in Odhyss poetries. From the analysis, it was found that the steps needed to achieve mystical experience with God include the self purification (tazkiyyat al-nafs) until the step of veil removal (mukasyafah). Then, those steps go through the ascension journey from nasut state, malakut state, and jabarut state to get to God. These research will become a contribution to the sufism development in West Borneo through literature and increase the sufism literature heritage through study.

Keywords: sufism poetry; simbolism of psychology; symbol of cosmology-ontology; West Borneo


Keywords


puisi sufistik; simbol psikologi; simbol kosmologi-ontologi; Kalimantan Barat

Full Text:

PDF

References


Armstrong, A. (1995). Sufi Terminology (Al-Qamus Al-Sufi) The Mystical Language of Islam. A.S. Kualalumpur: Noordeen.

Budianta, M. (2010). Simbolisme, Imajis-me, dan Sastra Indonesia. Dalam Simbolisme dan Imajisme dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional.

Faridl, S. S. (1995). The Spiritual Psychology of Islam. In Islamic Sufism. A.S. Kualalumpur: Noordeen.

Fuad, K. (2004). Tasawuf dalam Puisi Arab Modern (Studi Puisi Sufistik ’Abd al-Wahab al-Bayati). Semarang: IAIN Walisongo

Fuad, K. (2012a). Hermeneutika Ruhani Puisi Odhy’s. Sawerigading, 18 (2), 285-295.

Fuad, K. (2012b). Meretas Sastra Sufistik Kalimantan Barat Pramodern dan Moder. Analisa Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan, 19 (01), 55-67.

Fuad, K. (2016). Mukasyafah Cinta Pontianak dari Menyingkap Sastra sampai Menyibak Budaya Cuplikan di Borneo Tribune. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Hadi, A. (2004). Hermeneutika, Estetika, dan Religiusitas Esai-Esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa. Jakarta: Matahari.

Herfanda, A. Y. (2008). Sastra, Abdul Hadi, dan Fenomena Puisi Sufistik. Jakarta: Republika.

Mahmud, A. al-Q. (1966). Al-Falsafah al-Sufiyyah fi al-Islam Masadiruha wa Nadhariyyatuha wa Makanuha min al-Din wa al-Hayat. Dar al-Fikri al-’Arabiy.

Massignon, L. (2001). al-Hallaj Sang Sufi Syahid. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

Musfeptial. (2006). Setengah Abad Sastra Kalbar. Pontianak: Balai Bahasa Kalimantan Barat.

Nurbakhsh, J. (1986). Sufi Symbolism Volume I. Khaniqah Nimatullah Publication.

Nurbakhsh, J. (1987). Sufi Symbolism Volume II. In Sufi Symbolism Volume II. London: Khaniqah Nimatullah Publication.

Odhy’s. (2006). Rahasia Sang Guru Sufi Kumpulan Puisi. Yogyakarta: bukulaela.

Umar, N. (2019). Apa itu Alam Jabarut? Diakses tanggal 9 Januari 2019 dari http://www.Republika.co.id.

Wirawan, G., Effendy, C., & Syam, C. (2015). Membaca Odhy’s (Suatu Tinjauan Etika Profetik). Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(3), 1-16.

Wirawan, G. (2018). Dimensi Transen-densi dalam Antologi Rahasia Sang Guru Sufi Karya Odhy’s. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 196- 218. http://doi.org/10.15408/dialektika.v5i2.9834.




DOI: https://doi.org/10.24257/atavisme.v23i1.622.75-88

Article metrics

Abstract views : 97 | views : 41

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats