Eksistensi Kearifan Lokal Madura di Era Modern dalam Celurit Hujan Panas Karya Zainul Muttaqin

Nur Farida(1), Eggy Fajar Andalas(2*)

(1) Universitas Muhammadiyah Malang
(2) Universitas Muhammadiyah Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Local wisdom is a source of knowledge and worldview of the people. However, modernity and its various developments, which are often perceived as a new value system that is superior to local values, pose a threat to its existence. This research aims to describe the local wisdom of Madurese and its existence in the modern era. This study used descriptive-qualitative method. The data source of this study was Zainul Muttaqin’s short story anthology Celurit Hujan Panas (2019). The data were collected by reading-taking note technique. The data analysis techniques included presenting data, reducing data, and drawing conclusions. The results of the study showed that Madurese local wisdom was more dominated by a number of sacred values with an emphasis on aspects of Madurese spirituality. Various local wisdoms must wrestled with themselves and external influences to stay afloat. In this modern era, Madura's local wisdom is on the verge of shifting, i.e. maintaining a number of noble values that have been passed on for generations or participating in the stream of modernization that prioritizes development and rationality

Keywords


short stories; existence; local wisdom; Madura; modernization

Full Text:

PDF

References


Ackerman, R. (2002). The Myth and Ritual School: J. G. Frazer and Cambridge Ritualist. London: Routledge.

Afiah, N. (2015). Kepribadian dan Agresivitas dalam Berbagai Budaya. Buletin Psikologi, 13(1), 13–21.

Andalas, E. F. (2015). Mitos-Mitos Kabupaten Malang: Cara Orang Jawa dalam Menjelaskan Dunianya. Puitika, 11(2), 150–162.

Andalas, E. F. (2017). Dampak dan Fungsi Sosial Mitos Mbah Bajing bagi Kehidupan Spiritual Masyarakat Dusun Kecopokan Kabupaten Malang Jawa Timur. Puitika, 13(1), 21–31.

Andalas, E. F. (2018a). Cerita Rakyat dan Tradisi Masyarakat Agraris Nusantara: Mitos Dewi Sri (Jawa) dan Legenda Putri Mandalika (Sasak). Dalam P. Karyanto (Ed.), Kisah-Kisah Perempuan dan Cerita Rakyat Nusantara (hlm. 1–12). Surabaya: Kajian Sastra dan Budaya Universitas Airlangga.

Andalas, E. F. (2018b). Meninjau Kembali Identitas Budaya Jawa di Era Globalisasi. Dalam Seminar Kebudayaan Jawa (pp. 1–12).

Andalas, E. F., & Qur’ani, H. B. (2017). Narasi Katulistiwa: Sehimpun Telaah Kritis Atas Kepingan-Kepingan Kisah Manusia dalam Drama Indonesia. Malang: Kota Tua.

Ariani, M. F., & Andalas, E. F. (2019). Kearifan Lokal Malangan dalam Kumpulan Cerpen Aloer-Aloer Merah Karya Ardi Wina Saputra. Satwika, 2(2), 108–118.

Aswinarko, A. (2013). Kajian Deskriptif Wacana Mantra. Deiksis, 5(2), 119–129.

Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (2nd ed.). California: Sage Publication.

Dihamri, D. (2016). Kearifan Lokal Suku Serawai di Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi, 1(2), 82–92.

Fatmawati, I. (2017). Cermin Budaya Masyarakat Madura dalam Perspektif Penyair Madura dalam Kumpulan Puisi Madura: Aku dan Rindu Karya Benazir Nafilah. Proceedings Education and Language International Conference, 1(1), 426–433.

Haryanto, J. T. (2014). Kearifan Lokal Pendukung Kerukunan Beragama pada Komuntias Tengger Malang Jatim. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 21(2), 201–213.

Hasanuddin, W. S. (2015). Kearifan Lokal dalam Tradisi Lisan Kepercayaan Rakyat Ungkapan Larangan Tentang Kehamilan, Masa Bayi, dan Kanak-kanak Masyarakat Minangkabau Wilayah Adat Luhak Nan Tigo. Kembara, 1(2), 198–204.

Humaeni, A. (2015). Ritual, Kepercayaan Lokal dan Identitas Budaya Masyarakat Ciomas Banten. El Harakah, 17(2), 157–181.

Juniarta, H. P., Susilo, E., & Primyastanto, M. (2013). Kajian Profil Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Pulau Gili Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Ecsofim, 28 (3), 167–178.

Kaban, M. (2016). Penyelesaian Sengketa Waris Tanah Adat Pada Masyarakat Adat Karo. Mimbar Hukum, 28(3), 167–178.

Mahsun. (2015). Metode Penelitian Bahasa Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mardhatillah, M. (2014). Perempuan Madura Sebagai Simbol Prestise dan Pelaku Tradisi Perjodohan. Musawa, 13(2), 167–178.

Marsuki, & Rokhyanto. (2015). Sikap Masyarakat Madura terhadap Tradisi Carok: Studi Fenomenologi Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Ma-dura. El Harakah, 17(1), 71–83.

Mulyadi, A. (2018). Memaknai Praktik Tradisi Ritual Masyarakat Muslim Sumenep. Endogami, 1(2), 124–135.

Mutmainnah. (2018). Persepsi Masyarakat tentang Mitos Sangkal Perempuan Penolak Lamaran di Desa Penangan Sumenep Madura. Pamator, 11(1), 1–9.

Muttaqin, Z. (2019). Celurit Hujan Panas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ningsih, E. Y., & Handoyo, P. (2015). Perjodohan di Masyarakat Bakeong Sumenep Madura (Studi Fenomenologi Tentang Motif Orangtua Menjodohkan Anak). Paradigma, 3(3), 1–5.

Rahmawati, F. N., Suryandari, N., & Kurniasari, N. D. (2013). Strategi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Madura Berbasis Kearifan Lokal Madura. Komunikasi, 7(1), 33–42.

Saddhono, K., Hartata, A., & Anis, M. Y. (2016). Dialektika Islam dalam Mantra sebagai Bentuk Kearifan Lokal Budaya Jawa. Akademika, 21(1), 83–98.

Saputra, H. S. P. (2010). Formula dan Ekspresi Formulaik: Aspek Kelisanan Mantra dalam Pertunjukan Reog. Atavisme, 13(2), 161–174.

Sinapoy, M. S. (2018). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Moronene dalam Perlindungan dan Pengelolahan Lingkungan Hidup. Halu Oleo Law Review, 2(2), 513–542.

Sufia, R., Sumarmi, & Amirudin, A. (2016). Kearifan Lokal dalam Melestarikan Lingkungan Hidup (Studi Kasus Masyarakat Adat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi). Pendidikan, 1(4), 726–731.

Sugiarti, S., & Andalas, E. F. (2018). Pespektif Etik dalam Penelitian Sastra. Malang: UMM Press.

Sulistyorini, D., & Andalas, E. F. (2017). Sastra Lisan: Kajian Teori dan Penerapannya dalam Penelitian. Malang: Madani.

Susanto, E. (2017). Revitalisasi Nilai Luhur Tradisi Lokal Madura. Karsa, 12 (2), 96–103.

Wariin, I. (2014). Nilai-nilai Kearifan Lokal (Local Wisdom) Tradisi Memitu pada Masyarakat Cirebon Studi Masyarakat Desa Setupatok Kecamatan Mundu. Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(1).

Wiradimadja, A., Rakhman, M. A., & Pratiwi, P.(2018). Nilai-Nilai Karakter Sunda Wiwitan Kampung Naga sebagai Bahan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(1), 103–116.

Yunus, R. (2014). Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Sebagai Penguat Karakter Bangsa. Yogyakarta: Deepublish.




DOI: https://doi.org/10.24257/atavisme.v22i2.581.217-232

Article metrics

Abstract views : 52 | views : 27

Refbacks





ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats