Konfigurasi Heroik Dalam Sastra Bugis: Suatu Pendekatan Sosiologi Terhadap Elong Osong

Besse Darmawati(1*)

(1) Balai Bahasa Ujung Pandang, Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala Salopang, Makasar
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk­bentuk kepahlawanan dalam elong osong beserta relevansinya dengan kondisi masyarakat Bugis dewasa ini. Penulis menerapkan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teknik penelitian inventarisasi, identifikasi, pencatatan, dan observasi. Elong osong yang dianalisis adalah osong Besse Langelo, Mata Essona Bulo­Bulo yang bersumber dari buku Elong Ugi (Kajian Naskah Bugis) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1990. Berdasarkan hasil analisis diperoleh temuan bahwa osong Besse Langelo, Mata Essona Bulo­Bulo mewariskan konfigurasi heroik kepada generasi muda, yaitu berperang melawan musuh demi keutuhan negeri tercinta dan mengutamakan keberanian pribadi dalam membela tanah air. Kedua konfigurasi heroik tersebut patut kita teladani. Hal ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Bugis dewasa ini yang menghendaki lahirnya pemimpin­pemimpin yang memiliki jiwa kepahlawanan tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.

Abstract:
This research aims to describe the heroic styles of elong osong and its relevance to the condition of Buginese society today. Based on the aim, the writer applies the qualitative descriptive method and research techniques of inventarization, identification, noting, and observation. The elong osong analyzed is osong Besse Langelo, Mata Essona Bulo­Bulo, which is taken from Elong Ugi (Kajian Naskah Bugis) published by the Indonesian Education and Culture Department in 1990. From the analysis, it is found that osong Besse Langelo, Mata Essona Bulo­Bulo, has bequeathed some heroic configuration styles to the young generation; those are (1) fighting the enemies for sake of the wholeness of the beloved country and (2) prioritizing the self­bravery in defending the motherland. The two heroic configurations are exemplary. They are so relevant to the condition of Buginese society today who wish for the emergence of leaders who have heroic spirit and do not prioritize their own interests.

Key Words: heroic configuration, literature, elong osong

Keywords


konfigurasi heroik; sastra; elong osong

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24257/atavisme.v15i1.50.85-94

Article metrics

Abstract views : 371 | views : 367

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats