Kepedulian Lingkungan Dalam Jamangilak Tak Pernah Menangis

Lustantini Septiningsih(1*)

(1) Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Jalan Daksinapati Barat IV Rawamangun, Jakarta 13220
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepedulian lingkungan dalam novel Jamangilak Tak Pernah Menangis karya Martin Aleida. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu penelitian dilakukan atas dasar fakta yang ada sehingga pemerian yang dikemukakan sesuai dengan fakta. Untuk mengetahui kepedulian terhadap lingkungan yang terdapat dalam novel Jamangilak Tak Pernah Menangis digunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu bentuk penelaahan sastra yang mempertimbangkan unsur sosial atau kemasyarakatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepedulian yang dilakukan oleh tokoh Molek meliputi kepedulian terhadap sungai, kepedulian terhadap Danau Toba, dan kepedulian terhadap moral. Kepedulian Molek tersebut didasari oleh tidak adanya tindakan pemerintah dalam melihat daerah yang mengalami pendangkalan sungai serta adanya polusi air dan udara dari limbah pabrik bubur kayu. Kepeduliannya terhadap moral didasari oleh tanggung jawab Molek sebagai ibu yang selalu menanamkan ajaran agama dan nilai kehidupan yang berlaku dalam masyarakat dalam mendidik anaknya.

Abstract:
This research aims to describe environmental awareness in novel Jamangilak Tak Pernah Menangis by Martin Aleida. The method used in this research is descriptive method; the research was conducted based on fact so that the description presented was consistent with the fact. To identify the awareness on environmental issues in Jamangilak Tak Pernah Menangis, the researcher used the sociology of literature approach which is a form of literary study considering society factor. The result of this research shows careness which conducted by Molek’s figure includes careness of river, careness of lake Toba, and careness of moral. Those careness based on none of government’s action to views the area affected by river depth of air and water pollution from the industrial wood pulp. The careness of moral based on her responsibility as a mother who always instilled religion and the value of life which applicable in society in educating her child.

Key Words: concern; environment; nature factor; human factor

Keywords


kepedulian; lingkungan; faktor alam; faktor manusia

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24257/atavisme.v18i1.33.63-74

Article metrics

Abstract views : 979 | views : 670

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats