Perjuangan Perempuan Bangsawan Bali Dalam Mempertahankan Martabat Dan Harga Diri

Dara Windiyarti(1*)

(1) Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran Sidoarjo
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perjuangan perempuan bangsawan Bali mempertahankan martabat dan harga dirinya dalam cerpen “Sagra” karya Oka Rusmini yang terbit tahun 2004. Dalam cerpen ini, perempuan berusaha menempatkan dirinya sesuai dengan status sosialnya masing-masing. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori psikoanalisis sosial. Dalam teori ini dijelaskan bahwa tingkah laku manusia sebagian besar digerakan oleh daya-daya psikodinamik seperti motif-­motif, konflik-­konflik, dan kecemasan-kecemasan. Dijelaskan pula bahwa dalam diri manusia terdapat kebutuhan-kebutuhan yang bersifat dualistik, yang dapat dipenuhi dengan mengembangkan kesadaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif analisis. Pembahasan ini menghasilkan hal-­hal berikut. Pertama, adanya kondisi eksistensi tokoh perempuan yang dilematis, menciptakan berbagai peristiwa yang mendorong munculnya konflik batin tokoh-tokoh perempuan lainnya. Kedua, tindakan‐tindakan melalui pendekatan humanistik yang dilakukan tokoh perempuan bangsawan mampu mengurangi konflik batinnya dan mempertahankan martabat dan harga dirinya.

Abstract:
The aim of this study is to analyze the Balinese noblewomen's struggle in maintaining their dignity and selfesteem in the short story "Sagra" by Oka Rusmini published in 2004. In this short story, the women tried to put themself according to their own social status. The theory used in this study is the social theory of psychoanalysis. This theory explains that human behavior is largely driven by forces such as psychodynamic motives, conflicts, and anxieties. It is also explained that human beings have dualistic needs which can be satisfied by developing awareness. The data were collected by using librarian technique. The method used in this study is descriptive analysis. This discussion results in the following points. First, there is a condition in which a dilemmatic female figure exists; it creates a variety of events that encourage inner conflict of other woman figures. Secondly, the actions undertaken through a humanistic approach by female noble characters are able to reduce their inner conflicts and maintain their dignity and pride.

Key Words: woman struggle; maintaining pride and dignity; social psychoanalysis

Keywords


perjuangan perempuan; mempertahankan martabat; harga diri; psikoanalisis sosial

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24257/atavisme.v18i1.29.15-29

Article metrics

Abstract views : 993 | views : 814

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats